Friday, February 8, 2019

Cara Mudah Memijahkan Ikan Lele Sangkuriang


Assalamu'alaikum, wr. wb.

 Salam sejahtera untuk kita semua, khususnya para pembaca blog yang sudah setia bersama blog saya. Bagi saudara-saudara yang ingin mencoba berwirausaha khususnya mengenai ikan lele sangkuriang, kali ini jhonidwimustopa.blogspot.com akan membuat topik tentang cara mudah memijahkan ikan lele sangkuriang. Bagi yang memiliki lahan untuk pembesaran, tujuan utama dari pemijahan ikan lele sangkuriang ini bisa untuk menekan jumlah modal yang awalnya dikeluarkan untuk membeli benih ikan lele sehingga keuntungan pun bisa maksimal. Dan untuk yang memiliki lahan sempit bisa memanfaatkan artikel ini untuk berwirausaha menjual benih ikan lele sangkuriang. 

Oke, langsung saja kita masuk ke topik pembahasan. Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk pemijahan lele secara alami. 

1. PERSIAPAN KOLAM PEMIJAHAN

Siapkan kolam ukuran 2 x 3 meter untuk memijahkan sepasang atau 1 betina 2 jantan. Kolam bisa dibuat dengan terpal/plastik atau bisa juga dibuat permanen dari batu bata dan semen. Sebelum digunakan cuci bersih kolam dan keringkan selama 1 - 2 hari. Isi dengan air setinggi 30 cm jangan menggunakan air PDAM atau air hujan gunakan air sumur yang telah diendapkan selama kurang lebih 2-3 hari. Dan jangan lupa untuk membuat lubang pembuangan untuk mempermudah penggantian air. Contoh kolam bisa dilihat seperti pada gambar di bawah.



2. PERSIAPAN KAKABAN 

Kakaban bisa dibuat dengan ijuk atau keramba untuk tempat menempelnya telur. Sebelum digunakan cuci bersi kakaban. Kemudian pasang kakaban hingga menutupi 80 % dasar kolam. Kakaban yang sudah dipasang di dasar kolam ditahan dengan pemberat/batu agar kakaban setelah diisi air tidak naik ke atas. Contoh kakaban yang terbuat dari ijuk pohon aren seperti pada gambar.



3.PERSIAPAN INDUKAN 

Siapkan indukan yang siap pijah. Berikut adalah ciri-ciri induk ikan lele sangkuriang yang sudah siap dipijahkan:

- Indukan Jantan – Urogenital papilla (kelamin) berwarna kemerahan dan memanjang hingga ke sirip, gerakannya lincah, perutnya lebih langsing dan kenyal bila dibanding induk ikan lele betina. 
- Indukan betina – Urogenital papilla (kelamin) berwarna kemerahan, gerakannya lambat, perutnya lebih gembung dan bila diraba akan tersah lembek. Bila bagian perut distripping/diurut dari bagian perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan (ovum/telur). 

Pilihlah indukan lele jantan dan betina yang memiliki berat yang seimbang (paling tidak ikan lele berumur 1 tahun). Dan harus lebih tua indukan betina dari pada jantan walapun hanya 1 bulan agar menghasilkan keturunan yang baik.



4. PROSES PEMIJAHAN

Setelah semua media siap, lepaskan indukan ke dalam kolam pemijahan pelepasan indukan sebaiknya pagi atau sore hari. Biasanya proses pemijahan terjadi pada malam hari jam 10:00 – 05:00 WIB. Yang diawali dengan saling kejar-kejaran antara induk jantan dan induk betina. Kemudian terjadilah pemijahan pada saat indukan betina mengeluarkan telur dan indukan jantan mengeluarkan sperma hingga terjadi pembuahan. Apabila pagi harinya sudah terlihat telur-telur menempel di kakaban angkat indukan dengan pelan-pelan dan pindahkan ke kolam pemeliharan indukan.

5. PENETASAN TELUR

Penetasan telur dapat dilakukan di kolam pemijahan atau dipindahkan ke kolam penetasan yang telah disiapkan. Telur yang tidak terbuahi berwarna putih susu (pekat) sedangkan telur yang terbuahi berwarna kuning transparan. Telur akan menetas selama kurang lebih 24 jam. Selama proses penetasan aerasi (aerator bisa didapatkan di toko-toko pertanian) harus selalu terpasang. Telur yang sudah menempel bisa dilihat pada gambar.



6. PEMELIHARAAN LARVA

Setelah 3 hari sesudah penetasan angkat kakaban secara perlahan lahan keluar dari kolam dan pastikan semua larva keluar dari kakaban apabila menggunakan ijuk. Larva yang lemah ini belum diberi makan karna masih memiliki cadangan makan berupa kantung telur yang akan diserap sebagai sumber makan bagi larva. Setelah larva berumur 5 hari berikan pakan alami berupa cacing sutra, cacing darah, atau kutu air. Frekuensi pemberian pakan 3 – 4 kali sehari. Dengan interval waktu 4 jam sekali yaitu jam 8 pagi, jam 12 siang, jam 4 sore dan jam 8 malam. Selama perawatan larva aerasi harus masih tetap terpasang. Pemberian pakan alami berupa cacing sutra, cacing darah, atau kutu air hingga larva berumur 15 hari pada hari ke 16 larva sudah bisa diberikan pakan pellet serbuk.


Sekian dulu artikel saya tentang cara mudah memijahkan ikan lele. Semoga bermanfaat bagi para pembaca. Terima kasih atas kunjungan anda.

4 comments:

Unknown said...

Mantap bos, sangat membantu sekali....

Kulo Niki Nico said...

sya akan mencoba, trima kasih info y

Jhony_blog said...

Oke gan. Terimakasih atas kunjungannya

Jhony_blog said...

Terimakasih atas kunjungannya

Post a Comment

 
Copyright © 2010 Pintar Belajar Online | Design : Noyod.Com